June 20, 2024

St. Ives? BIG NO! Jangan Pakai Lagi!

Siapa sih yang tidak kenal produk satu ini yang khususnya untuk eksfoliasi wajah? St. Ives sudah lama sekali hadir di drugstore Indonesia dan banyak sekali penggemar produk ini. 

Namun, tau kah kalian bahwa produk eksfoliasi ini sebenarnya tidak baik dan justru merusak kulit? Sebelum masuk kesitu, biar aku jelasin dulu kenapa sesungguhnya St. Ives ini enak dipakai:

Pertama, St. Ives memang sudah jadi produk unggulan dan tidak hanya di Indonesia tapi juga diluar negeri. Selain daripada packaging yang lucu, simpel dan menarik, produk ini juga hadir dengan berbagai macam untuk tujuannya masing-masing. Yang ada di foto ini adalah St. Ives Fresh Skin Apricot Scrub yang bermanfaat sebagai eksfoliasi mendalam dan menghilangkan kotoran untuk kulit yang lebih bercahaya.

Kedua, produk ini memiliki tekstur scrub yang sebagaimana pada scrub umumnya digunakan untuk mengeksfoliasi badan maupun wajah kita. Seperti yang ada pada claimnya, eksfoliasi ini merupakan jenis eksfolasi yang mendalam (lihat foto dibawah) sehingga jika kita menggosok scrub – scrub tersebut kotoran yang ada diwajah kita akan terangkat dan berharap bahwa hasilnya akan mencerahkan kulit kita.

Lihat kan? Biji-biji kecil tersebut adalah scrub yang akan kita tempelkan diwajah kita dan kita gosok. Lalu bagaimana dengan hasil yang diterima setelah penggunaan produk ini?

Well, hasilnya cukup menarik. Hasil pertama yang diterima setelah penggunaan produk ini adalah kulit menjadi lebih cerah sesuai dengan klaim nya. Apakah kulit-kulit mati kita terangkat? Mungkin saja, hal ini dapat di dukung dengan tampilan wajah yang terlihat cerah. 

Mungkin kalian bertanya sekarang, jadi apa yang salah dari produk ini?! Begini salahnya:

  1. DEEP EXFOLIATION/Eksfoliasi Mendalam. Pada dasarnya, ada dua jenis eksfoliasi yaitu eksfoliasi kimia (chemical exfoliation) atau eksfoliasi fisik (physical exfoliation). Kalian bisa tebak kan yang mana St. Ives ini? Karenanya dia merupakan eksfoliasi fisik, kadang tidak apa menggunakan jenis eksfoliasi ini untuk wajah kita tapiiii kalau keseringan/kebanyakan justru malah memberikan efek yang tidak baik untuk wajah. Inilah juga menjadi salah satu alasan kenapa eksfoliasi itu tidak boleh dilakukan tiap hari atau setidaknya dua kali dalam seminggu.
  2. Physical exfolation sendiri ini juga dapat memberikan efek yang tidak baik untuk jangka panjang. Seperti misalnya: kulit kering, kulit iritasi, kulit sensitif dan lain-lain.
  3. Mungkin kalian berfikir bahwa point satu dan dua sedikit tidak masuk akal atau bertentangan. Yap, mungkin saja, ini tergantung pada kondisi wajah masing-masing dan bagaimana cara kalian menggosok scrub dari produk eksfoliasi kalian. Namun mari bahas lebih lanjut kenapa produk ini sebagai eksfoliator yang mendalam dapat merusak kulit kalian:

Coba lihat bahan/kandungan yang ada didalam produk ini: Water, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, etc… etc…

Yang akan di highlight dalam pembahasan kali ini adalah walnut shell powder atau bubuk kulit kenari. Kalian pernah lihat biji kenari atau warnanya? Warnanya cokelat. Kalian pernah perhatikan warna scrub yang satu ini? Cokelat.

Jadi sebenarnya, scrub yang kita gunakan itu adalah bubuk kulit kenari. Nah sebagai orang yang awam, mungkin kita hanya berfikir “Lalu? Apa salahnya, namanya juga scrub” dan memang tidak ada salahnya. Tapi setelah saya pelajari lebih lanjut, ternyata bubuk kulit kenari ini telah banyak diklaim memberikan iritasi dan bahkan infeksi, serta bagi beberapa penggunanya memberikan kerusakan wajah berjangka panjang.

Seorang dermatologist dari New York, Howard Sobel M.D., berkata bahwa semakin kecil partikelnya maka semakin kuat pula eksfoliasinya. Dan ini jelas tergambar pada St. Ives Fresh Skin Apricot Scrub. Beberapa pengguna lain dari produk ini juga ada yang mengklaim bahwa setelah menggunakan produk ini justru memberikan infeksi, peradangan, jerawat dan membuat wajah mereka kemerahan. Lalu muncul pertanyaan lain mengenai klaim “dermatology tested” yang dituangkan dalam produk ini, ternyata klaim “dermatology tested” tidak selalu berati bahwa produk ini telah disetujui dari uji dermatologist melainkan dapat hanya berati dermatologist telah/pernah menggunakan produk ini.

Nah karena itu guys, meskipun memberikan hasil yang cukup oke sebagai produk eksfoliasi, ada baiknya kita mulai memperhatikan hasil kulit wajah kita selama menggunakan produk ini karena jujur saja, produk ini bisa merusak kulit kita apalagi bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Untuk eksfoliasi sendiri, lebih baik kita menggunakan chemical exfoliation karena lebih kurang berbahaya dari physical exfoliation yang cenderung kasar dan dapat merusak kulit apalagi jika kita melakukannya dengan tidak benar.

Untuk kalian yang merasa bahwa selama penggunaan produk ini wajah kalian tidak ada masalah atau baik-baik saja, well itu bagus. Artinya kulit kalian tidak sensitif atau bermasalah sehingga dapat menimbulkan iritasi, dll. Tapi, jika kalian merasa kulit kalian panas, gatal, kemerahan setelah menggunakan produk ini aku sarankan setelah dibersihkan wajahnya biarkan dulu 10-15 menit sebelum menggunakan skincare selanjutnya karena akan memperparah iritasi tadi dan gunakan moisturizer secara rutin.

Nah, bagaimana menurut kalian pembahasan kali ini? dan apa pengalaman kalian dalam menggunakan produk St. Ives?

P.s: St. Ives ini ternyata pernah loh di gugat ke pengadilan karena klaim-nya dan juga akibat efek yang ditimbulkan kepada Pemakainya. Namun sayangnya, Pengadilan memenangkan Unilever karena penuntut/pemakai St. Ives tidak bisa memberikan bukti-bukti yang jelas.

This image has an empty alt attribute; its file name is Thank%2Byou%2B%2526%2BSee%2Byou%2Bon%2Bthe%2Bnext%2Bread..png

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top