June 20, 2024
Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer – Buku Pramoedya (Yang Harus Kalian Baca!)

Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer – Buku Pramoedya (Yang Harus Kalian Baca!)

Kalian sudah nonton film Bumi Manusia? Sebuah kisah yang diangkat dari buku Bapak Pramoedya Ananta Toer. Beliau adalah seorang sastrawan sejarah Indonesia, yang banyak menulis mengenai kisah-kisah jaman dulu pada masa penjajahan di Indonesia. Tidak hanya novel yang melukiskan kisah Indonesia tetapi berbagai kritik juga dituaikan dalam novel-novelnya.

sumber: wikipedia

Pada masa tua-nya, beliau menulis sebuah buku berjudul Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer: Catatan Pulau Buru, buku ini mengisahkan kehidupan menyedihkan gadis-gadis Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

Ketika Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia, mereka melakukan propaganda kepada warga-warga Indonesia bahwa rakyat Indonesia harus pintar dan memiliki pengetahuan yang baik agar kelak ketika kemerdekaan itu diberikan, anak bangsa dapat memajukan Indonesia.

Propaganda tersebut adalah menyekolahkan remaja-remaja Indonesia ke Nippon (Jepang) dan Singapura. Mereka disuruh mendaftar agar dapat dibawa dengan kapal Jepang. Propaganda ini disebarkan melalui mereka yang memiliki kekuasaan baik dari yang tertinggi hingga ke yang paling rendah. Tak salah, bahkan orang Indonesia sendiri yang kala itu memiliki kedudukan dalam pemerintahan, harus memberikan anak perempuannya sebagai contoh agar masyarakat lain dapat percaya dan mengikuti.

Mungkin beberapa dari kita banyak yang tidak tahu, tapi tidak sedikit juga yang tidak tahu, bahwa kala itu Jepang cukup dikenal dengan cara kasarnya yang “menggunakan wanita”. Para remaja ini dikirim dari pulau satu ke yang lain sebagai gadis penghibur bagi tentara-tentara Jepang dan kemudian, mereka ditinggalkan, dibuang begitu saja oleh mereka ketika Jepang kalah dari sekutu.

Buku ini merupakan dokumentasi yang dilakukan oleh sekolompok orang Jawa – dan juga Pramoedya yang diasingkan ke Pulau Buru. Dengan gaya penulisan Pramoedya yang komunikatif, kita dalam lebih dalam merasakan nyatanya penuturan cerita ini, seperti dapat mendengar kisah-kisah para gadis remaja Indonesia langsung cari mulut sang penulis. Para gadis yang dulu menjadi korban kebohongan Jepang dan bagaimana mereka harus menelan nasib dengan kehidupan, budaya, dan bahasa baru bahkan sampai tidak bisa kembali ke tanah asal mereka – sebagian dari Jawa, Semarang, dan lain-lain.

Bab V – Perawan Militer dalam Cengkraman Militer

Kisah yang sangat menyedihkan ini mengajarkan kita bagaimana dulu kejamnya pemerintahan Jepang melakukan kejahatan atas kemanusiaan yang begitu meluas dan sistematik. Ini tidak dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga kepada negara-negara tetangga yang pernah diduduki oleh Jepang. Namun, jika kita melihat dari kacamata yang berbeda, kita dapat merasakan kepedihan yang tak usai tentang bagaimana pemerintahan Indonesia sendiri tidak menuntas habis permasalahan ini.

Saya pernah membaca naskah pledoi Bung Karno dan Hatta ketika mereka memberikan pembelaan dihadapan pengadilan Belanda – baik yang di Indonesia maupun Belanda, beliau-beliau banyak berargumen bagaimana orang-orang Indonesia yang memiliki “kekuasaan” yang diberikan oleh Belanda pada masa itu hanyalah kebohongan belaka. Mereka disuruh bersantai, tidak usah kerja, diberikan ini-itu agar Belanda tetap menguasai Indonesia dan memperbodoh rakyat.

Halaman 43
ini gatau kenapa saya fokus fotonya aneh, maaf ya guys.

Tidakkah miris melihat hal yang sama? Bahwa ratusan bahkan lebih gadis-gadis Indonesia dulu juga dibodohi oleh Jepang, dipermudah oleh rakyat Indonesia sendiri? Lebih lagi, tidakkah sedih melihat para gadis-gadis itu belasan bahkan puluhan tahun kemudian yang telah berubah menjadi seorang ibu, seorang wanita, bahkan nenek tetap tidak bisa pulang dan mendapatkan keadilan yang sesungguhnya?

Seperti yang pernah dikatakan oleh Martin Luther King, Jr. bahwa kita bukan pembuat sejarah, tetapi kita dibuat oleh sejarah. Kalimat ini menjelaskan kepada saya bahwa sejarahlah yang membawa kita kepada keadaan seperti ini sekarang. Sejarah merupakan tombak ukur yang penting agar kita dapat lebih kritis dengan apa yang terjadi sekarang, kemarin, dan di masa depan. Bacalah buku ini jika kalian ingin melihat sejarah pada saat propaganda itu terjadi hingga nasib malang para perempuan Indonesia puluhan tahun kemudian, bagaimana mereka bertahan hidup dan membaur pada dunia baru.

Peace and see you on the next read!

8 thoughts on “Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer – Buku Pramoedya (Yang Harus Kalian Baca!)

    1. You can find the book online these days and they sell it in Periplus or Amazon 🙂
      The book also have English version

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point. You obviously know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving us something enlightening to read?

  2. Pretty great post. I just stumbled upon your weblog and wished to mention that I have really enjoyed browsing your weblog posts. In any case I will be subscribing in your rss feed and I’m hoping you write once more very soon!

    1. Hi – thank you very much for your nice comment. Your comment keep me going, thank you and please wait for more!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top