June 20, 2024

Buku Pengembangan Diri (Self-Improvement) – Seni Meluruskan Hidup Lewat Buku

Tidak hanya melalui podcast maupun Ted Talk, sekarang banyak pula buku-buku pengembangan diri atau self improvement lainnya yang marak dipasaran toko buku. Seni membaca buku self improvement semakin terus berkembang di dunia, khususnya di Indonesia sendiri.

Indonesia saat ini lebih sering membahas isu-isu kehidupan dari sisi gelap atau belakang, yaitu seperti isu-isu depresi, stress, kemalasan, dan juga toxic life baik di kalangan remaja maupun orang dewasa. Maka dari itu, tidak banyak yang mulai mencari-cari bagaimana sih cara meluruskan hidup?

Nah, salah satunya dapat kita temukan dalam buku-buku jenis pengembangan diri yang ada di pasaran. Buku-buku ini cenderung memberikan penjelasan mengapa beberapa hal dalam hidup sering terjadi, bagaimana kita sering overthinking akan sesuatu, apa yang membuat kita tidak bahagia, dan kenyataan-kenyataan hidup lainnya.

Selain itu, buku-buku pengembangan diri juga memberikan solusi-solusi bagaimana kita dapat memperbaiki hidup, baik dari cara yang kecil sampai cara yang besar. Tidak hanya itu pula, tapi juga memberikan kita sejenis ketenangan alamiah melalui pandangan dan penjelasan baik yang bernuansa psikologi maupun tidak.

Dengan membaca buku pengembangan diri, kita setidaknya lebih memahami bagaimana kita dapat mengurangi stress, apa yang sebaiknya kita lakukan agar hidup kita sedikit lebih teratur dan tertata daripada yang sebelumnya, juga memberikan kita harapan untuk berfikir lebih positif dan memecahkan permasalahan daripada terus memikirkannya berlama-lama. Namun dari sekian banyaknya buku pengembangan diri dan mudahnya memasarkan buku pada saat sekarangan ini, banyak juga buku di pasaran yang hanya memberikan celotehan-celotehan yang memotivasi dan memberikan kesan untuk melakukan sesuatu untuk merubah hidup, padahal sebenarnya tidak membantu.

Karena itulah, ada baiknya kita memilih buku-buku pengembangan diri yang memang dapat memberikan kita masukan-masukan baik secara psikologi maupun tidak, karena buku-buku inilah yang memiliki dasar kuat menjelaskan apa yang terjadi pada kita dan bagaimana cara kita dapat menghadapi hidup.

Salah satunya, saya contohkan dari buku 12 Rules For Life oleh Jordan B. Peterson. Beliau merupakan seorang psikolog, dosen, dan juga penulis buku. Ajaran-ajaran perkuliahan beliau dan diskusi-nya mengenai berbagai topik mengenai manusia dan pemikirannya, dapat kita temukan di platform manapun, baik instagram maupun Youtube.

Buku beliau yang paling terkenal adalah 12 Rules For Life yang memberikan kita 12 peraturan akan hidup, supaya hidup kita menjadi setidaknya lebih baik dan bermakna. Salah satunya adalah mengenai pendapat dan saran beliau untuk meminta kita, bangun pagi dan sarapan. Yap. Itu saja, dari awal buku.

Menurutnya, seseorang yang mengalami depresi tidak akan dapat membantu dirinya sendiri jika orang tersebut tidak memiliki rutinitas hidup yang sehat. Hal ini dikarenakan otak kita telah bekerja sesuai pada mode “depresi” kita, satu ciri dari orang yang sedang mengalami depresi adalah tidak melakukan apa-apa dan merasa sangat tidak termotivasi, jika kita bayangkan diri kita dalam mode itu, selalu, maka tentu kita tidak akan keluar dari mode tersebut sampai adanya suatu gebrakan untuk keluar.

Inilah yang mendorong diri kita sendiri untuk perlu adanya suatu rutinitas. Seperti misalnya, bangun pagi pukul 7 setiap hari, lalu sarapan. Mungkin Anda bertanya, kenapa harus sarapan? Saya terbiasa untuk tidak sarapan.

Menurut saya, sarapan justru bagian terpenting dalam hari kita. Sarapan di pagi hari memberikan kita semangat dan juga energi di pagi hari sampai nantinya kita makan siang, hal ini juga banyak dibuktikan oleh beberapa studi.

Nah, selain itu buku ini juga menjelaskan sedikit mengenai perilaku-perilaku genetika maupun kisah-kisah masa kecil yang dapat membawa dan membangun karakter kita di kemudian hari. Dimana, kejadian-kejadian masa kecil kita dapat berdampak baik maupun negatif ke kehidupan dan bagaimana cara kita memandang dunia. Serta masih banyak lagi!

Kalau kalian bagaimana nih? Tertarik-kah untuk membaca buku pengembangan diri? Selamat mencoba!

Maybe you are a loser. And maybe you are not, but if you are, you don’t have to continue in that mode. Maybe you just have a bad habit, maybe you are even a collection of bad habits. But, circumstances change, and so can you.

Jordan B. Peterson, 12 Rules for Life: An Antidote to Chaos, Penguin Books, 2019, pp 25-26.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top