June 20, 2024

Review To Have and Have Not – Hemmingway!

Ada sesuatu yang simpel dan menarik banget dari cerita ini yang begitu dibaca, aku langsung hooked. Entah karena setting atau fakta bahwa buku ini adalah buku jadul, jadi ceritanya pasti jadul juga, atau memang kisah dan karateristik dari para karakternya yang bikin aku suka banget sama buku ini.

Menurut Good Reads, dan rata-rata dari voters-nya, kalau ini bukan buku terbaik karangan Hemingway. Aku belum pernah baca karya lainya Hemingway, tapi aku setuju. Meski aku bilang aku suka banget sama buku ini, ada juga yang bikin aku merasa bahwa ini bukanlah buku terbaik. Seperti adanya campuran karakter yang sebenarnya engga relevan sama sekali dari cerita awal. Ada sekitar 2-3 karakter lain yang diperkenalkan namun engga berkolerasi secara langsung dengan karakter yang seharusnya jadi karakter utama, tetapi meskipun begitu, menurutku setiap karakternya menyajikan cerita dan nilai yang sama pentingnya.

Cerita ini seharusnya tentang seorang pria bernama Harry Morgan yang berjuang keras untuk mendapatkan uang untuk diberikan kepada istrinya – dalam arti lain, dia adalah suami yang sangat bertanggungjawab dan setia. Meskipun Ia mendapatkan dan harus mempertimbangkan beberapa pekerjaan yang “berisiko”, tetapi kenyataan memang tidak bisa dipungkiri bahwa Harry membutuhkan uang dan mencari pekerjaan aman tidak akan datang dan membawa uang secepat itu. Ia harus pulang ke pelukan istrinya dengan uang agar bisa memberikan makan, memenuhi kebutuhan dan menyuapi anak-anaknya. Namun sembari itu, dia juga berkonflik dengan pertimbangan waktu, teman bekerja, rasa empati dan realita kekrisisan ekonomi disekitarnya.

Disini-lah yang menarik dari sosok Harry. Ia perduli dengan orang-orang yang bekerja dengannya, dia dikenal keras dan dingin. Namun sebenarnya, Harry hanya berkata sejujurnya. Dan seperti yang kita tau, kejujuran kadang adalah hal terakhir yang ingin orang dengar. Menurut ku, disinilah indahnya karangan Hemingway. Ia dapat menyajikan berbagai karakter dengan kepribadian yang berbeda-beda, namun sang karakter utama, menyajikan berbagai sikap yang tidak jarang kita temukan dalam diri kita sendiri yang membuat kita bertanya apakah Harry bijak? Apakah sesungguhnya, kita seharusnya lebih seperti Harry? Apakah setiap suami seperti Harry?

Selain Harry, ada satu di akhir yang membuatku merasa hooked banget. Itu adalah cerita tentang seorang perempuan yang bertengkar dengan suaminya karena suaminya berselingkuh. Ditengah-tengah perdebatan itu, sang Istri mencurahkan isi hatinya panjang lebar dengan menjelaskan bahwa ia adalah seorang wanita bodoh karena cinta. Cinta membutakan segalanya dan dia rela membiarkan apa yang terjadi karena ia sangat mencintai laki-laki itu, meski beberapa dari itu seperti meninggalkan ajaran-ajaran keluarganya, agama dan lain-lain.

Lalu kita berfikir, cinta memang menbuat orang buta. Tapi tidak selalu buta, lebih kepada, menutup mata dan membiarkan… sampai pada akhirnya kita sendiri tidak tahan dengan cinta itu. Cinta yang menjadi alasan pertama orang-orang menjalin hubungan, membuat kita menerima berbagai sikap pasangan kita baik buruknya. Atas dasar cinta-lah membuat kita harus menerima segalanya, menghadapi berbagai masalah bersama seperti masalah keuangan dan lainnya. Namun bagaimana jika dasar lain atas pernikahan tidak berjalan dengan lancar? Seperti keuangan misalnya.

Lalu sikap.

Pada cerita ini, sang istri telah lelah dan menyerah terhadap cinta yang ia teguhkan dengan suaminya. Beberapa alasan tersebut adalah, sikap sang suami sebagai seorang pria, keuangan yang tidak baik dan yang terakhir atas perselingkuhannya. Hal ini diceritakan secara berurut selayaknya menjelaskan bahwa kekecewaan sang istri tidak semata-mata karena perselingkuhan tetapi karena karakter si suami itu sendiri.

Pengorbanan yang dilakukan sang istri diungkapkan dengan kalimat-kalimat seperti;
I’ve tried to take care of you, humor you and look after you and cook for you and keep quite when you wanted and cheerful when you wanted…
seakan menjelaskan betapa besarnya peran wanita dalam kehidupan rumah tangga dan kepada kehidupan sang suami. Di mana istri mencoba memberikan suasana “rumah” yang aman, tentram, dan bahagia kepada sang suami tidak perduli seperti apa kondisi si suami tersebut, sang istri pasti akan selalu dapat mengimbanginya. Namun dengan sang suami yang tidak menghargai dan mengindahkan pengorbanan dan kerja keras itu, istri atau orang pun akan lelah. Lelah dan akhirnya berhenti mencoba dan berkorban.

Nah, kalian kalau dari penjelasan aku sendiri, merasa hooked tidak sih? Karena menurutku cerita ini menarik banget! Simpel tetapi menggugah hati.

Rating: 4/5

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top