June 20, 2024
Tindik Series || Part 3 – Cepat Sembuh dan Tips

Tindik Series || Part 3 – Cepat Sembuh dan Tips

Hihihih, sebelumnya kita sudah pernah bahas nih untuk tindik-pertindikan. Nah kali ini aku ingin bahas lagi soalnya aku baru aja tindik lagi di earlobe dan ingin membagikan pengalaman aku kali ini. Dari post-post sebelumnya aku merasa banget pengalaman langsung yang aku bagikan tuh mungkin memang belum sepenuhnya membantu atau maksimal, jadi kali ini aku bener-bener pengen kasih tips-tips baru yang memang membantu aku saat terakhir tindik ini. Aku tindik di tempat yang sama seperti sebelumnya dan hanya beda cabang aja.

Sekarang tindik itu harganya sudah naik ya, alat yang digunakan juga berbeda. Sekali tindiknya dengan menggunakan jarum itu sekitar 90k, namun dengan anting jadi 120k. Kita juga bisa milih mau anting yang mana, bahannya titanium atau yang perak gitu… untuk harga tentunya beda. Yang perak lebih mahal tapi bisa aja yang perak ini yang cocok dengan kita, alias engga bikin kuping kita gatal. Sebaiknya kalian pakai yang aman-aman aja seperti emas atau perak, ini yang bahannya bagus.

Kalau kalian ada anting sendiri yang mungkin dulu pernah dibeliin yang jauh lebih bagus, lebih baik pakai itu sih. Hal ini untuk menghindari iritasi aja sebenarnya karena banyak yang engga cocok dengan anting titanium atau anting yang bahannya murah.

Pemilihan anting juga menurut ku cukup penting yaa, jangan sampai kita salah pilih anting. Biasanya saat tindik sih yang tindikin kita akan memberikan saran atau memilih antingnya yang besar jadi bolongannya besar

kayak yang ini. Agar tidak ribet juga, kamu bisa menentukan mau anting yang seperti apa kaitannya yang di belakang, karena ada anting yang di puter dan di jepit gitu kan, gunakan yang mudah untuk kamu dan sesuai aja. Pilih-pilih mana yang lebih baik untuk kamu supaya nantinya mudah untuk kamu bersihkan tindikannya, mudah saat mengaplikasikan obat atau mungkin mudah juga untuk kamu ganti anting nantinya.

Setelah tindik, pastinya kuping kita itu bengkak atau daerah yang di tindik itu jadi bengkak. Perlu disadari bahwa bengkak itu tidak apa-apa, hal ini tentunya karena kan daerah kuping kita dibolongin yaa dan ada masuknya benda asing yaitu anting, untuk melawan iritasi dan keadaan baru itu jadi kuping kita bengkak. Ini tidak apa-dapa dan kemungkinannya kuping kita akan bengkak dua minggu atau lebih. It’s okay, yang penting kita jangan lepasin antingnya dan terus memberikan obat ke area bengkak itu, agar cepat kering tindikannya dan cepat kempes.

Saran aku, jangan pakai minyak kayu putih atau baby oil atau alkohol untuk tindikan kita. Minyak kayu putih itu panas, apalagi dengan iritasinya kuping kita, hal ini engga membantu untuk membuat tindikan kita kempes atau adem tetapi justru malah bikin panas dan gatel ujung-ujungnya yang kita jadi ingin garuk-garuk. Alkohol juga sama sih menurut pengalaman ku, meskipun alkohol membunuh bakteri dan justru kalau diolesin ke kuping, tindikan kita itu malah jadi panas dan gatel yang ujung-ujungnya malah merah. Bikin bengkak lagi kan tuh. Sebaiknya kalian gunakan alkohol untuk membersihkan anting saja sebelum kalian pakai antingnya, jadi untuk membersihkan dan membunuh kuman-kuman yang ada di anting sebelum kalian pasang antingnya ke kuping.

Kalau baby oil, aku engga merasa baby oil tu membantu yaa. Kayak ga ada efek apa-apanya gitu, jadi untuk apa pakai baby oil yang tidak memberikan apapun ke kita? Mending langsung aja pakai obat daripada waste our time pakai baby oil.

Selain minyak kayu putih, baby oil dan alkohol… Kita tuh sering di kasih garam ya setelah tindik sama orang tindiknya. Di suruh pakai atau olesin air garam hangat setelah tindik, di area tindiknya. Tujuannya untuk membersihkan area tindikan dan juga agar cepat kering tindikannya – hal ini kayaknya dipercaya sudah lama yaa, mama aku di tahun 2000-an juga selalu solusinya ini. Dari pengalaman aku sendiri, air garam engga cepat membantu mengeringkan dan juga engga mengurangi bengkak di tindikan aku. Mungkin beberapa orang munjur yaa dengan menggunakan air garam tetapi aku dan beberapa teman ku sih engga. Namun karena menggunakan air garam ini juga tidak membuat aku iritasi atau gimana, yaah aku sesekali pakai lah awal-awal abis tindik. Kalau kalian berencana mau pakai, okelahh tapi engga usah kebanyakan juga atau gimana. Lihat dulu apakah ada efek yang bagus di kalian, kalau engga ada ya baiknya engga usah dilanjutin dan justru kalau memberikan efek yang kurang nyaman, langsung berhenti atau jangan dilanjutkan yaa.

Jadi, setelah banyak engga boleh atau yang engga membantu banget, apa sih yang bisa di pakai sebenarnya? Saran terbaik aku adalah pakai minol aja.

Minol ini adalah obat minyak luka herbal, terbuat dari tumbuh-tumbuhan alami. Dia berfungsi untuk menyembuhkan luka-luka seperti memar, luka bakar, bahkan juga bisa digunakan untuk urut badan bagi otot yang tegang. Klaimnya minol ini bahkan bisa mengobati luka tanpa menimbulkan keloid, yang artinya bagus nihhh untuk beberapa dari kita yang memiliki keloid atau potensi memiliki keloid, khususnya jika kita tindik di tulang rawan yaa.

Biasanya penggunaan minol, aku gunakan 3x sehari atau 2x sehari. Jadi pagi setelah mandi, siang hari dan malam hari setelah mandi atau sebelum tidur. Aku oleskan tidak terlalu banyak, bisa menggunakan cotton bud atau tidak, di sisi depan dan belakang tindikan. Setelahnya aku tidak berikan apa-apa lagi. Pengalaman terakhir aku, aku cukup pakai minol ini sekitar 1 bulan lebih sekitar 1 bulan 2 minggu dan tindikan aku sudah bagus banget. Engga bengkak, engga bernanah dan juga sudah kering.

Harga minol sendiri murah banget loh, untuk ukuran 5ml ini harganya hanya Rp.6.000-an dan yang 15ml sekitar Rp.14.000 – Rp.16.000 di marketplace, jadi mudah banget untuk di beli. Sepertinya bisa juga di beli di apotik biasa yaa, tapi aku pernah coba cari di Century dan Guardian mereka justru engga punya minol – saran aku beli aja di tokped atau shopee atau coba apotik lokal biasa. Minol juga engga membuat tindikan kita panas, bengkak atau gimana kok, justru dia ini calming banget.

Ada hal lain juga yang harus kita lakukan untuk menjaga tindikan kita agar aman dan engga infeksi, yaitu jangan sering memegang tindikan dan hindari rambut agar tidak nyangkut di tindikan. Kenapa lebih baik tidak kita pegang-pegang terus adalah karena tangan kita tidak selalu bersih, kadang sudah pegang handphone, pegang alat makan, buku, atau yang lainnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Kuman-kuman yang ada di jari atau kuku kita bisa menempel di bagian tindik dan justru menyebabkan infeksi atau mengotori tindikan kita dan membuat adanya nanah, sehingga lebih baik kita tidak pegang tindikan kita dengan tangan kotor. Sama halnya dengan rambut kita, kadang rambut kita sudah kena debu, kotoran dari sisir atau dari bangku yang menempel di rambut kita, jadi besar kemungkinannya bahwa rambut kita itu kotor, jika rambut kena tindikan maka sama halnya dengan kuman-kuman tadi yang bisa menempel di tindikan dan menyebabkan infeksi.

Nah atas hal-hal yang sudah dijelaskan di atas, semoga informasi ini membantu kalian untuk dapat menyembuhkan luka tindikan lebih baik lagi dan semoga bermanfaat agar kalian tau langkah apa yang dapat dilakukan setelah melakukan tindikan. Jika ada yang kurang atau kalian ada pertanyaan lain, yuk kasih tau! Terima kasih banyak readers!

One thought on “Tindik Series || Part 3 – Cepat Sembuh dan Tips

  1. Hey there! I just wanted to ask if you ever have any issues with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing months of hard work due to no backup. Do you have any solutions to stop hackers?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top