June 20, 2024
Overall Review Film M3GHAN | 4.5/5

Overall Review Film M3GHAN | 4.5/5

OK – Ini film baru dan film ini tuh gue tertarik banget sampai begitu keluar gue langsung cus nonton di bioskop. Pertama kali nonton trailer film ini gue langsung hooked, kapan lagi sih kita ada film yang menceritakan boneka AI yang bisa membantu manusia untuk merawat anak kecil? Apalagi kemampuannya hebat banget loh! Bisa membaca emosi anak, menganalisis perasaan anak dan benar-benar seperti nanny alias babysitter deh dan lebih serunya lagi, ada twist yang sangat menegangkan dari film ini.

Film yang berdurasi 1 jam 42 menit dan bergenre horror, sci-fi, and thriller ini menceritakan tentang seorang perempuan muda bernama Gemma, yang merupakan programmer untuk sebuah perusahaan boneka, harus merawat keponakannya yang berusia 8 tahun setelah kecelakaan yang menimpa kakak Gemma dan ibu Cady. Gemma yang masih jomblo, tinggal sendiri dan sangat sibuk dengan pekerjaannya merasa tidak sepenuhnya bisa merawat Cady yang juga sedang diliput kesedihan akibat kecelakaan keluarganya, di sini lah awal mula ide munculnya M3GHAN, sebuah boneka dengan tinggi yang hampir seperti anak umur 6 tahun dengan penampilan yang sangat cantik, rambut bagus dan berpakaian manis, datang.

Sebagai seorang programmer, Gemma telah membuat boneka-boneka untuk anak-anak yang berprogram berdasarkan Artificial Intelligent atau AI. Dengan keinginan dan ide-ide cemerlangnya Gemma dan dua teman lainnya telah membuat sebuah boneka seukuran anak kecil yang dipercaya dapat membantu manusia di level yang tertinggi, dan dengan adanya Cady, Gemma akhirnya memprogram boneka tersebut untuk dapat membantu Cady baik secara fisik maupun emosional. M3GHAN diprogram untuk dapat membantu para orang tua yang sibuk, dimana M3GHAN tidak hanya ada untuk para anak-anak sebagai teman tetapi juga dapat membantu orang tua untuk mengawasi anaknya dari mara bahaya.

Dari awal kita nonton film ini, saya merasa kita tidak di kasih kendor terhadap keseruan-keseruan dan hal-hal menarik yang disuguhkan dari film ini. Mulai dari latar belakang cerita asal mula M3GHAN, latar belakang kepribadian Gemma dan Cady serta hal-hal kecil yang membuat kita semakin merasa sangat terpikat dengan jalan cerita dan karakter masing-masing tokoh. Kita selalu merasa ada saja hal-hal baru yang diberikan, tidak ada pengulangan dan ceritanya pun orisinil.

Tujuan awal hadirnya M3GHAN adalah untuk menemani Cady dan membantunya melewati masa-masa sulit dan sedih akibat kehilangan orang tuanya – sebuah teman yang selalu ada untuk Cady, yang akan selalu memperhatikannya dan membantunya dalam segala hal. Gemma percaya robot yang dibuatnya ini telah sempurna dan ketika dilakukan uji coba, M3GHAN melewati seluruh ekspetasi Gemma dan teman-temannya. Robot AI ini dapat membaca dan menganalisis perasaan Cady dan tau apa yang harus ia lakukan untuk membuat Cady tersenyum, melewati masa dukanya, dan membantu Cady untuk menjalani hidup sehari-hari.

Disinilah salah satu keseruan yang dapat kita nikmati dari film M3GHAN, melihat boneka AI yang kemungkinan bisa saja terjadi di dunia nyata kita nantinya di masa depan yang dapat membantu meringankan pekerjaan manusia, wah sungguh menarik sekali!

M3GHAN dapat membantu para orang tua untuk mengajarkan anaknya hal-hal dasar kehidupan sehari-hari seperti mencuci tangan sebelum makan atau sesudah dari kamar mandi, membereskan mainannya, membacakan buku cerita bahkan bermain bersama!

M3GHAN bahkan dapat memberikan jawaban atas seluruh pertanyaan dan kebingungan Cady, sehingga M3GHAN sungguh digambarkan sebagai boneka AI terhebat dan terbaik yang dapat dimiliki sepasang orang tua dan seorang anak.

Nah, kalau kita tonton, ya biasa saja ya ceritanya? Justru malah senang nih karena benda sekeren gini dapat membantu manusia akan segala hal. Bayangkan tidak perlu susah-susah mengajarkan anak untuk makan dengan benar, menjelaskan kenapa pentingnya mencuci tangan setelah dari kamar mandi, dan lain-lain… namun pertanyaannya, bagaimana jika anak terlalu terikat dengan boneka tersebut dan boneka tersebut digambarkan selayaknya manusia atau teman betulan yang si boneka tersebut juga memiliki pemikirannya sendiri?

Semakin dalam kita terjun mengikuti perjalan M3GHAN dan Cady, semakin pula kita melihat dan merasakan ancaman yang perlahan mulai mengambang ke permukaan kehidupan Gemma dan Cady. Ingat di sini siapa itu Gemma? Hahahaha. Dalam kehidupan Cady, Gemma perlahan mulai menghilang dalam gambaran. Gemma mulai sibuk dengan pekerjaan dan kehidupannya sendiri sementara M3GHAN bekerja sebagai robot yang menggantikan posisi Gemma dan merupakan teman yang lebih baik untuk Cady, namun seiringnya waktu, Gemma merasa posisinya semakin terancam dan Cady pun berubah.

Gemma mulai menyadari bahwa kehadiran “manusia nyata” juga penting untuk Cady dan bahwa ia tidak bisa sepenuhnya bergantung dan hanya hidup dengan M3GHAN. Hal ini membuat datangnya ke disharmonian antara Cady, Gemma dan juga M3GHAN.

Entah apakah M3GHAN merasa posisinya terancam atau justru bahwa memang M3GHAN itu berfungsi sesuai tujuan awalnya yaitu untuk menjaga Cady – baik secara emosional maupun fisik – M3GHAN mulai menentang Gemma, si pembuatnya, dengan alasan bahwa ia tau yang terbaik untuk Cady dan rela melakukan apa saja untuk menjaga Cady. Padahal, harusnyakan M3GHAN tidak punya perasaan ya? dia kan robot, tetapi di sini seakan-akan M3GHAN memiliki pemikirannya sendiri.

Terdapat garis buram terhadap istilah ‘menjaga Cady’ yang justru menjadi puncak klimaks film ini. Tidak ada garis batasan atas apa yang harus dan tidak boleh dilakukan M3GHAN, sebagai robot AI yang cemerlang, dalam menjaga Cady dari dunia sekitarnya. Tiba-tiba saja, kita disogohkan oleh karakter M3GHAN yang tadinya sangat imut, lucu, baik, perhatian, justru malah menjadi awas, waspada, dan bahkan seperti dalam status ‘alert’. M3GHAN tidak segan-segannya menunjukkan sikapnya, meskipun robot, dan tindakannya yang ia nilai salah dan merupakan ancaman bagi Cady.

Dalam pertengahan film ini, saya merasa M3GHAN mulai berubah. Tidak hanya tampilannya yang merupakan boneka dengan pembawaan, cara bicara bahkan cara jalan yang kaku, tetapi rasanya bahkan raut wajah M3GHAN sendiri mulai berubah.

Cara bicara M3GHAN juga mulai berubah, tidak seperti robot yang berbicara seperti SIRI atau ALEXA tetapi seakan-akan M3GHAN itu adalah satu entitas sendiri. Gemma yang mulai menyusun dan menerapkan rencana untuk membatasi hubungan M3GHAN dengan Cady, mulai diakali oleh M3GHAN. Boneka AI yang tadinya lucu dan polos ini, justru malah mengakali balik pembuatnya, seakan-akan M3GHAN adalah entitas yang jauh lebih pintar daripada Gemma.

Puncak-puncak thriller film ini juga semakin intens. Kita melihat bagaimana M3GHAN telah berubah dan seakan-akan meskipun ia terprogram untuk melindungi Cady, ia justru malah berbahaya bagi orang-orang di sekitar Cady. Tidak ada lagi batasan terhadap apa yang tidak bisa dilakukan oleh M3GHAN, semuanya dapat ia lakukan bahkan termasuk hal-hal berbahaya… yang jika hal itu dilakukan oleh manusia, tentunya kita akan membayar harga yang mahal.

Bahkan semakin lama, posisi Cady juga jadi terancam. Suatu hal yang jelas adalah bahwa M3GHAN memang memilih Cady dan ingin bersama dengan Cady, namum M3GHAN jusutru malah menunjukkan bahwa ia berbahaya untuk Cady karena M3GHAN tega membahayakan orang-orang di sekitar Cady. Klimaks-klimaks cerita inilah yang sungguh membuat film satu ini berbeda dari yang lainnya, menurut saya, asal mula akibat film ini terlihat dari tujuan si pembuatnya dan dorongan-dorongan terhadap apa yang ada.

Film ini sukses memperlihatkan kepada kita bahwa teknologi ciptaan manusia tidaklah semuanya selalu 100% sempurna dan selalu diandalkan untuk semua hal seperti contohnya merawat anak kecil atau bahkan parenting. Kecerdasan teknologi AI memang sangat diagung-agungkan dan juga bahkan dibanggakan sebagai sesuatu yang seakan-akan memiliki ‘otak’ layaknya manusia, yang semoga di kemudian hari kita tidak perlu bekerja sekeras sekarang lagi karena akan digantikan oleh AI. Namun, apakah semua teknologi selalu sempurna apalagi ‘otak’ adalah ciptaan Tuhan, sesuatu yang tidak pernah ada habisnya untuk diketahui dan dicari tahu oleh sains?

Percobaan Gemma terhadap buatan robotnya menunjukkan kepada kita bahwa teknologi tentu dapat membantu manusia tetapi teknologi adalah teknologi, yang tidak bisa disamaratakan dengan kecerdasan dan akal budi serta logika manusia. Film thriller ini sangat banget recommended untuk para orang tua dan mereka yang selalu mengagungkan teknologi serta mendukung digantikannya tenaga kerja manusia menjadi AI atau robot. Film ini memberikan kita gambaran seperti apa dunia kita dapat terjadi dan seberapa merusaknya jika kita salah kaprah terhadap penggunaan teknologi.

Di sisi lain, gue suka banget cinematografi dan penangkapan film M3GHAN, kita disuguhkan dengan point of view yang menarik. Terdapat berbagai sisi-sisi yang memberikan kesan cerita dan pemahaman mendalam dari para karakter, ceritanya juga sangat menarik dan disuguhkan kepada kita secara bertahap dan perlahan namun tidak membosankan. Sejujurnya pertama kali melihat trailer film ini, duh mikirnya kok akan mirip ya dengan Chucky, ada beberapa penampakan juga mirip dengan Chucky bahkan muka bonekanya tuh kayaknya sama gitu dengan Chucky… tetapi film ini memiliki jalan cerita serta latar belakang yang sungguh berbeda dengan Chucky – juga mungkin karena Chucky film lama yaaa dan merupakan generasi yang berbeda.

Overall, this movie is worth it though menurut gua ada beberapa keanehan dan ke-inkonsistensi-an dari boneka si M3GHAN yang justru malah bikin gue tidak suka dan jadi poin minus karena merusak estetika daripada istilah ‘robot’ itu sendiri. Salah satunya adalah ketika M3GHAN bisa menari ala tiktok (istilah gue) yang sangat lentur dan menurut gue ini aneh banget untuk ditunjukkin karena seharusnya M3GHAN itu jalannya tidak sesempurna itu karena dia robot, bahkan di awal ditunjukkan bahwa memang M3GHAN tidak semulus itu jalannya, lalu bagaimana pula dia bisa menari selentur itu? harusnya kan tidak bisa. Ada juga beberapa hal yang rasanya jika ditambahkan detail-detail kecil rasanya lebih menarik dan masuk akal, seperti beberapa adegan kekerasan M3GHAN yang selayaknya boneka ini kok kayak bisa semua hal dan memiliki kekuataan sebanyak itu selayaknya manusia umur 25 tahun… kurang masuk akal aja.

Namun, tentu ide dibalik M3GHAN sangat cemerlang dan teliti, khususnya di bagian software dan bagaimana pemikiran M3GHAN dapat terbentuk dan cara beroperasi M3GHAN sebagai boneka AI yang sangat canggih dan pintar. Banyak hal yang dijelaskan dan diberikan oleh penulis yang justru membuat saya jadi semakin hooked dengan film ini, karena ini tentu dapat diaplikasikan ke robot-robot buatan manusia dan ada loh kemungkinan hal seperti ini dapat terjadi!

I like this movie a lot and recommend it to you guys to watch! If you have not or have watched it, let me know what you think about this movie. Gue ingin banget nih memberikan analisis gue terhadap M3GHAN dari pandangan gue dan banyak hal yang lebih mendalam lagi tentang film ini dan dampaknya kepada kita, kehidupan kita sehari-sehari bahkan kemungkinan di masa depan kita… tunggu ya! nanti kita upload.

Thanks guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top